Sabtu, 10 April 2010 - 22:46:50 WIB
Menonton Film...
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Uneg-uneg - Dibaca: 1364 kali

Menonton film, atau menonton sinetron mungkin tak ubahnya seperti mengkonsumsi makanan. Lidah masing-masing orang beda-beda kesukaan rasanya.

Ibarat makanan, film atau sinentron atau apalah namanya, setelah melewati pintu pertama pencernaan, maka akan masuk dan dicerna di lambung dan kemudian di usus halus. Selama pencernaan itu "enzim-enzim moral, enzim-enzim kultural maupun enzim-enzim sosial" menguraikan asupan content film itu agar bisa diserap dan distribusikan ke seluruh sel-sel tubuh dan di metabolisme untuk menghasilkan energi baru maupun untuk mensintesis hormon, enzim, atau protein-protein baru untuk memenuhi “needs, wants, maupun expectations” sistem dalam tubuh kita, sehingga jantung menjadi sehat, otak menjadi cerdas, hati menjadi segar, mungkin juga badan menjadi gemuk (BMI tinggi).

Namun, kalo film-film yang enak dinikmati itu hanya menyebabkan obesitas saja maka film-film itu tak ubahnya seperti “junkfood” belaka.

Apa benar sinetron Indonesia junkfood semua? Lidahku lidah sederhana, tapi masih bisa merasakan bahwa sinetron para pencari tuhan atau sinetron kiamat sudah dekat (pernah ada, tapi sudah habis masa tayangnya) content-nya bagus, contex-nya mengena, enabler-nya lumayan juga, dan memang sih fasilitas dan teknologi produksi masih amat-amat sederhana tidak sehebat film-film barat.

Oya produser film-film barat yang box office KESANNYA SEOLAH-OLAH kok mudah banget ya mereka berbisnis film. Mudah/leluasa mengekspresikan ide film, mudah memasarkan filmnya (seluruh dunia), mudah mengeruk untung, mudah juga menggait pelanggan-pelanggan setia ..... Eh bener gak sih?




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)