Sabtu, 10 April 2010 - 22:46:50 WIB
Bencana gizi?
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Uneg-uneg - Dibaca: 1883 kali

Kebutuhan protein dari makanan KONON didasarkan pada kebutuhan asam amino yang tidak dapat disintesis dalam tubuh. Asam amino esensial untuk tubuh konon adalah valin, leusin, isoleusin, lisin, histidin, fenilalanin, triptofan, treonin, metionin

Kebutuhan protein orang dewasa menurut FAO/WHO sebanyak 0,8 g/kg BB, dan lebih besar lagi untuk bayi, anak-anak dan selama kehamilan. Estimasi kebutuhan ini sudah memperhitungkan N normal yang keluar melalui feses, urin, kulit, keringat dan rambut.

Protein ideal yang diformulasikan FAO adalah lisin 5,5%, asam amino bersulfur 3,5%, treonin 4,0%, triptofan 1%, dan leusin 7,0%. Umumnya, protein hewani, unggas dan ikan mempunyai proporsi asam amino esensial yang cukup untuk memenuhi protein ideal.

Sementara protein nabati yang memenuhi protein ideal hanyalah kedelai yang memiliki kandungan lisin 6,9%, asam amino bersulfur 3,4%, treonin 4,3%, triptofan 1,5%, dan leusin 8,4%. Kedelai juga memiliki tingkat kecernaan yang tinggi yakni 90%.

Tapi.... malangnya, kedelai yang begitu bergizi sekarang harganya mungkin akan melonjak tinggi kalo harga BBM dinaikan, sehingga para produsen tahu, tempe maupun susu kedelai bisa goyah dan gulung tikar. Akibatnya, masyarakat wong cilik PENGGEMAR tempe..…seperti aku, akan makin sulit mendapatkan dan mengkonsumsi tempe dan harga tempe juga makin menjauh dari daya beli wong cilik.

Padahal KONON defisiensi protein bisa mengakibatkan banyak jaringan urat daging yang tersintesis dan protein plasma akan menurun terutama albumin yang menyebabkan rendahnya tekanan osmotik koloid plasma yang penting untuk aliran air bersama elektrolit dan carian interstesial kembali ke dalam aliran darah; selanjutnya bisa ditebak..…bisa terjadi edema dan peregangan perut. Hal ini akan makin parah jika disertai defisiensi energi, bila harga beras dan tepung ikut melonjak naik.

Akankah setelah dikepung bencana moral (korupsi gila-gilaan, dll), kini komunitas wong cilik harus juga bersiap untuk dikepung bencana kekurangan gizi? :(




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)