Sabtu, 10 April 2010 - 22:46:50 WIB
Inhibitor atau Stimulator?
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Uneg-uneg - Dibaca: 1127 kali

Cepat atau lambat, pemerintah kelihatannya akan menarik subsidi dan menaikan harga BBM dan Listrik. Dampaknya, konon dalam jangka pendek rakyat akan semakin miskin, tapi dalam jangka panjang konon rakyat akan semakin sejahtera, itu kata pejabat. Bener gak seh?

Memang, kalo peningkatan 'hormon' subsidi memperlambat peningkatan kesejahteraan rakyat, maka perlu adanya suntikan kebijakan yang "anti-subsidi" sebagai INHIBITOR terhadap pelambatan dalam peningkatan kesejahteraan rakyat tsb. Tapi, kalo peningkatan 'hormon' subsidi bisa mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat, maka perlu adanya suntikan kebijakan yang "pro-subsidi" sebagai STIMULATOR terhadap percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Tapi, subsidi APBN untuk energi (BBM dan Listrik) itu sebenarnya INHIBITOR ataukah STIMULATOR seh untuk kesejahteraan rakyat?

Mungkin subsidi itu kalo salah sasaran akan menjadi inhibitor bagi kesejahteraan rakyat (kecil), tapi kalo subsidi itu tepat sasaran akan menjadi stimulator bagi kesejahteraan rakyat (terutama pejabat).

Jadi ya sama saja bagi rakyat kecil, ada subsidi hidup juga susah, apalagi gak ada subsidi, hidup makin tambah susah. Padahal cepat atau lambat subsidi pasti akan dicabut mungkin sampai habis, siapapun presidennya nanti. Janji-janji dan optimisme SEMU dari pejabat, hanya akan menambah luka batin rakyat (kecil yang mlarat) :(






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)