Sabtu, 10 April 2010 - 22:46:50 WIB
Advertising that sells
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 10798 kali

Bagian Pertama dari Buku ADVERTISING THAT SELLS Oleh Dyah H Palupi dan Tegus S Pambudi

David Ogilvy, sosok yang dianggap sebagai bapak periklanan modern mengatakan when i write an advertising, i don't want you to tell me that you find it 'creative'. i want you to find it so interesting that you buy the product. Intinya, Ogilvy ingin mengatakan bahwa misi sebuah iklan adalah menjual. Karena itu, sebuah iklan haruslah menjual, tak cukup hanya indah, artistik dan memenangi banyak perhargaan. If it doesn't sell, it is not creative.

Sembilan kredo untuk iklan yang menjual :
Kredo #1. Creative that sells- Selling, jualan, dodolan...
Iklan harus menjual, kreatif harus menjual. Kreatif sebuah iklan bukanlah apa yang dimaui agensi, melainkan apa yang dimaui pelanggan, yaitu kreatif dan pesan iklan yang menjual : selling, jualan, dodolan.

Kredo #2. Single message, simple, segmented, focus to your target market
Prinsip dasar iklan haruslah straight forward alias langsung dan mejual produk apa adanya, menggunakan pendekatan single message, simpel (tidak memakai banyak pernik-pernik), lugas, dan selalu fokus pada kebutuhan dan keinginan target pasar. Gaya beriklan seperti inilah yang kemudian membentuk citra iklan yang hard sell.

Kredo #3. Be different, be controversial, big idea
Iklan haruslah lain dari yang lain, breakthrough, break rule of the game, out of the box, bahkan kalau perlu menimbulkan kontroversi di kalangan target audiens, karena dengan demikian akan mampu memicu buzz dan word of mounth. Lebih baik memilih menjadi though leader ketimbang market leader. Bagaimana caranya? Formulanya sederhana : be controversial.

Kredo #4. QCD+Flexibility=Extraordinary value
Prinsip dasar bahwa best quality, reasonable cost, speed, ditambah fleksibilitas yang tak tertandingi adalah elemen-elemen dasar pembentuk extraordinary value yang harus diberikan kepada para klien. Unique value proposition yang mengkombinasikan kecepatan, harga murah, dan kualitas merupakan reason to buy utama klien.

Kredo #5. Serve with the heart
Prinsip dasar bahwa layanan pada klien adalah layanan sepenuh hati, layanan yang didasari jiwa dan hati yang tulus untuk membantu klien. Ini merupakan salah satu bentuk diferentiation yang memungkinkan para klien mampu bertahan belasan tahun.

Kredo #6. Create Intimacy, Build agency-client chemistry
Prinsip dasar bahwa relationship dengan klien tak hanya sebatas hubungan kerja, tapi lebih dalam dari itu : persahabatan, kedekatan, keintiman, kecocokan, kejujuran dan saling percaya, keterbukaan, loyalitas serta komitmen. Ini semua adalah perekat yang memungkinkan tercapainya keintiman dan hubungan jangka panjang yang langgeng.

Kredo #7. Sleep with clients, listen to their needs, wants dan expectations.
Prinsip dasar bahwa agensi harus mampu mendengarkan setiap kebutuhan, keinginan dan harapan klien secara efektif dan sedapat mungkin berlangsung massif. Demikian pula, sedapat mungkin klien pun mendengarkan dan mempelajari agensi.

Kredo #8. Make your clients succeed first, and your success will follow
Prinsip dasar bahwa sukses perusahaan bermula dari sukses klien. Intinya kalau anda mampu membawa klien anda sukse, dengan sendirinya kesuksesan akan menghampiri anda. Ibarat lebah, kami siap bekerja keras untuk menghasilkan madu bagi siapa pun yang menjadi partner kami. Intinya agensi harus menghasilkan madu kesuksesan bagi produk-produk klien.

Kredo #9. Client lifetime loyalty will lead to sustainable profit
Prinsip dasar bahwa memberikan kepuasan kepada pelanggan tak cukup lagi karena sudah generik, menjadi komoditas. Agar mencapai sukses jangka panjang, agensi harus menjadikan setiap kliennya loyal bukan kepalang. Akuisisi dan mencari klien baru selalu lebih sulit dan mahal. Akan jauh lebih enak kalau berburu di kebun binatang, alias menggeluti klien yang sudah ada dengan membangun loyalitas.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)