Senin, 07 Juni 2013 - 22:46:50 WIB
Keyakinan untuk Menang
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 74353 kali

Keyakinan untuk menang di zaman yang datang silih berganti adalah awal dari segalanya. Sebelum pasukan (marketing) diberangkatkan ke medan pertempuran (bisnis), menghadapi pesaing, menjalankan visi-misi pemasaran, atau meraih target, semua anggota pasukan harus lebih dulu memiliki keyakinan bahwa dengan programnya itu mereka akan menang.

Berikut adalah cara berpikir yang diberikan Dr. Jack J. Llewellyn (2000) tentang karakter pemenang yang disarikan dari bukunya : Coming In First : Twelve Keys to being a Winner Every Day.

1. Winners play to win, survivor play to not loose
Menjadi pemenang bukan sekadar survive, banyak orang yang tujuan hidupnya bukan untuk jadi pemenang, melainkan sekadar hidup atau menumpang hidup, bahkan lebih berbahaya lagi, berani mati. Seharusnya kita mulai menyadari bahwa hidup memerlukan sikap mental juara, menjadi pemenang yang bukan sekadar ada. Di kampus-kampus anda menemui lebih banyak survivor yang sekadar kuliah saja untuk memperoleh ijazah. Di kantor anda akan melihat demikian banyak survivor yang sekadar bekerja, menumpang hidup dan tidak mengejar prestasi. Pemenang mengejar prestasi.

2. Winning is not easy. It is challenging, demanding, costly, and risky
Menjadi pemenang tidahlah mudah, tapi butuh kerja keras dan pertarungan melawan ketakutan, kenyamanan, menuntut diri lebih dari sebelumnya, dan semua itu beresiko.

3. Winning is lonely
Pemenang hanya satu orang, sedangkan survivor ada ribuan. Bersiap-siaplah dalam kesendirian, yang dibicarakan banyak orang. Kadang-kadang kesalahan kecil yang anda buat bisa diperbesar oleh para survivor. Mentalitas kerumunan yang menjadi kebiasaan sehari-hari manusia komunal, jelas sebuah ganjalan bagi mereka yang ingin keluar dan tampil dengan mental juara.

4. You cannot delegate it to somebody else
Menjadi pemenang harus dikerjakan oleh kita semua, anda atasan anda, dan rekan-rekan anda semua. Ia tidak bisa didelegasikan karena merekat dengan kita semua. Ia bergerak bukan karena keputusan atasan atau bahkan keputusan istri atau kekasih. Andalah yang menentukan karena anda pulalah yang akan berhadapan dalam pertempuran.

5. Winners tend to be happier people
Para pemenang memiliki harga diri atau self esteem. Mereka bahagia karena diakui dan dihormati- tak peduli apa kata looser- dan mencapai apa yang ingin dicapai serta membahagiakan banyak orang. Winners BUKAN soal UANG atau pencapaian MATERI keuangan, karena bukan itu esensinya. Mereka bahagia karena menghargai dan dihargai, bersyukur karena terberkati.

6. Winners understand the meaning of balance
Para pemenang bukanlah orang-orang yang selfish yang hanya mengurusi dirinya sendiri. Mereka tahu, pemenang hanya bisa dicapai oleh mereka yang hidupnya SEIMBANG : duniawi-surgawi, material-spiritual, pribadi-keluarga, keluarga-masyarakat.

7. Winning is a lifelong process
Menjadi pemenang bukanlah urusan sesaat. Ia adalah sebuah proses panjang yang melewati berbagai lika-liku. Tidak ada jalan pintas dalam meraih kemenangan, dan bila sudah menang anda bisa bernafas lega sesaat, namun setelah itu balik lagi ke atas punggung bertarung melawan jago-jago baru. Dan kalaupun KALAH, anda tak merasa dunia ini telah berakhir. Seorang juara menerima kekalahan sebagai hal yang biasa, dan harus segera berjuang merebutnya kembali.

8. Winning is about doing the right things for the right reasons
Banyak orang yang menyalahartikan sikap mental pemenang yang berarti bekerja keras sebagai bekerja lebih panjang, menghasilkan lebih banyak uang, dan bila perlu melanggar peraturan atau etika bisnis. Tentu saja itu semua keliru. Bekerja keras bagi pemenang berarti berpikir lebih cerdas agar mampu memilih lebih baik, karena pemenang adalah pemilih yang terbaik.

Sumber : Marketing in Crisis, Rhenald Kasali, hal :143-145






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)