Jumat, 21 Juni 2013 - 06:46:50 WIB
CLA & Bunuh Diri Sel Kanker
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 387196 kali

Akhir-akhir ini, Conjugated Linoleic Acid (CLA) menarik perhatian masyarakat karena dinyatakan mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Secara kimiawi, CLA mempunyai komponen yang sama dengan asam linoleat (omega-6), tetapi struktur atomnya berbeda.

Pertama kali, CLA ditemukan oleh Dr. Michael Pariza, dkk., dari University of Wisconsin. Awalnya, mereka sedang mencari substansi yang dapat menghambat pembentukan mutagen, yaitu komponen kimiawi yang menyebabkan mutasi generic. Substansi tersebut ditemukan pada daging giling goreng dalam bentuk CLA. Secara alamiah, CLA terbentuk dari hasil kerja bakteri dalam lambung ruminansia (sapi) yang mengubah struktur atom asam lenoleat. Secara sintesis, CLA dapat dibuat melalui proses pemanasan asam linoneat dalam kondisi basa.

Ada dua jenis isomer CLA yang secara biologis dinyatakan berdampak positif bagi kesehatan, yaitu cis-9 trans-11 CLA / c9t11 (rumenat) dan trans-10 cis 12 CLA (t10c12). Sumber utama CLA adalah daging, produk sapi perah, dan sufflower.

Sebutan lain C9t11 CLA adalah asam rumenat. Hal itu terkait dengan sumber utama CLA, yaitu ternak ruminansia. Jika sapi dibiarkan merumput dan mendapatkan rumput hijau alami, produknya (susu) akan mengandung CLA lebih banyak daripada sapi yang mendapat pakan silase (hijauan pakan yang diawetkan).

Bukti-bukti dari laboratorium menunjukan bahwa hewan percobaan yang diberi suplemen CLA mengalami pengurangan berat badan, terutama pengurangan lemak, dan peningkatan massa otot. Ketika hewan percobaan diberi pakan penyebab aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah), sumbatan arteri lebih banyak terjadi pada kelompok control yang tidak diberi suplemen CLA.

Sementara itu, bagian yang diberi suplemen CLA kurang mengalami sumbatan arteri dan profil lipid darahnya lebih baik. Hal itu ditunjukkan oleh rendahnya kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida. Kecenderungan munculnya diabetes tipe II juga berkurang pada kelompok yang diberi suplemen CLA. Hal tersebut mungkin terkait dengan efek CLA yang dapat meningkatkan sensitifitas insulin sehingga level insulin dapat dikontrol dengan baik.

Para ilmuwan menyadari peran penting CLA di masa datang untuk mengurangi obesitas akibat kelebihan lemak. Penyebab obesitas sangat beragam, mulai dari kurangnya aktivitas fisik hingga tingginya asupan kalori dan lemak. Hipotesis lain menyebutkan bahwa masyarakat seperti di Amerika menjadi semakin gemuk karena mengalami defisiensi CLA.

Bagaimana mungkin orang-orang Amerika dapat kekurangan CLA? Bukankah mereka banyak makan daging sapi dan minum susu? Benar, kedua jenis pangan hewani tersebut memang dominan dalam diet orang Amerika. Namun, tampaknya, sapi-sapi di Amerika dipelihara dengan mengandalkan silase sebagai pakan utama, bukan hijauan segar. Akibatnya, produk-produk dari ternak ruminansia di AS kurang cukup mengandung CLA.

Penelitian dengan subyek manusia di Swedia (2003) menghasilkan temuan bahwa CLA mampu mengurangi lemak tubuh, terutama jika yang digunakan adalah isomer t10c12. Kemungkinan, asupan CLA menyebabkan penurunan hormone leptin yang bertanggungjawab terhadap mekanisme lapar-kenyang di dalam tubuh. Jika hormone leptin berkurang, tidak ada sinyal lapar yang dikirimkan sehingga seseorang tidak berkeinginan untuk makan atau ngemil. CLA dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga asam lemak dan glukosa dapat menembus membrane sel otot dengan mudah dan tidak terdeposit dalam jaringan lemak.

Dosis 2-4 g CLA diperkirakan cukup memadai untuk memicu penurunan lemak tubuh. Riset di Norwegia, dengan menggunakan subyek 60 orang penderita kegemukan atau obesitas yang diberi dosis CLA 1,7-6,8 g CLA, menunjukan bahwa lemak tubuh lebih banyak berkurang pada dosis 3,4 g. Semua dosis CLA yang beragam dalam percobaan tersebut dapat diterima tubuh tanpa efek samping.

Selama 18 tahun terakhir, ilmuwan gizi dan kesehatan telah mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menindaklanjuti temuan tim Dr. Michael Pariza dari Wisconsin tentang CLA. Saat ini, semakin disadari bahwa suplemen CLA pada pakan hewan percobaan dapat menangkal kanker payudara, kanker kolon, dan kanker kulit. Pada 1996, National of Sciences menyebutkan, tidak diragukan lagi bahwa CLA adalah asam lemak yang dapat mencegak karsinogenesis pada hewan percobaan.

CLA Mencegah Kanker

Data statistic di AS menunjukkan bahwa satu dari lima kematian disebabkan oleh kanker. Kaum wanita sudah lama menyadari bahwa kanker payudara dapat berakibat fatal, prevelensinya di AS mencapai 7 per 100 wanita. Besaran angka kematian akibat kanker berbeda, tergantung pada jenis kelamin. Data dari American Cancer Society menunjukan bahwa kematian akibat kanker pada wanita didominasi oleh kanker payudara (19%), kanker paru (16%), dan kanker kolon dan rectum (15%). Sementara itu, pada pria, kanker yang dominan sebagai penyebab kematian adalah kanker paru (34%), kanker kolon dan rectum (12%), dan kanker prostat (10%). Di Indonesia, belum ada data resmi yang dapat menunjukan prevalensi jenis-jenis kanker di masyarakat.

CLA mempunyai kemampuan untuk mencegah kanker dalam setiap tahapan perkembangannya. Mekanisme yang terjadi adalah CLA memblok protein cell cycle yang mengatur pertumbuhan sel baru sehingga proliferasi (pembiakan subur) sel kanker dapat dihentikan. CLA dikatakan mampu menghambat penyebaran kanker payudara, baik local maupun sistemis, sehingga tidak menerabas sampai ke paru atau sumsum.

Mekanisme lain yang mungkin terjadi adalah CLA mencegah proses angiogenesis, yaitu suatu proses pembentukan jaringan pensuplay darah baru yang memungkinkan tumor leluasa berkembang. CLA diduga MENDORONG terjadinya apoptosis, yaitu kematian sel yang terprogram atau bunuh diri sel kanker.

Penelitian di Argentina membuktikan bahwa meski subyek populasi yang diteliti mengonsumsi sedikit serat dan ikan, ternyata insiden kanker kolon tidak banyak dijumpai. Kajian secara epidemiologis membuka rahasia makanan masyarakat Argentina yang banyak mengonsumsi daging sapi rendah lemak. Daging jenis ini kaya akan CLA dan berdampak positif untuk pencegahan penyakit kanker kolon. CLA mempunyai sifat antioksidan yang dapat menangkal efek buruk radikal bebas penyebab kanker.

CLA juga dilaporkan dapat mencegah flu. Hal itu mungkin saja benar karena CLA mampu meningkatkan system imun dan mencegah suatu jenis imunoglobin penyebab alergi. Dengan semakin banyaknya riset-riset tentang CLA, akan bertambah keyakinan masyarakat tentang dampak positif CLA bagi kesehatan. Dengan demikian, mengkonsumsi CLA dapat menjadi alternative untuk mengatasi persoalan-persoalan kegemukan dan penyakit lainnya.

Sumber : Makan Tepat Badan Sehat; Faisal Anwar & Ali Khomsan; hal : 47-52)






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)