Rabu, 06 Juli 2013 - 21:46:50 WIB
Tabrakan Kerak Benua
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 18111 kali

Permukaan bumi terbagi menjadi sekitar 15 lempeng litosfer yang bagian dalamnya kaku dan terbentang di atas astenosfer yang lebih mudah berubah. Lempeng-lempeng ini bentuknya tidak beraturan, dengan bermacam-macam ukuran dan bergerak terhadap yang lain di permukaan bumi. Satu lempeng dapat mengandung kerak samudera, kerak benua, atau keduanya.

Lempeng-lempeng ini terus menerus bergerak, terhadap yang lain dan dengan rotasi bumi. Di perbatasan tempat lempeng-lempeng saling bertabrakan dan bergesekan, tercipta rantai pegunungan yang besar. Daratan tercipta atau hancur dan palung laut dalam terbentuk. Disini yaitu di batas amuk lempeng, amukan bumi mencapai puncaknya dan menciptakan sebagian besar gempa bumi, gunung berapi, dan tsunami. Di tempat pertemuan lempeng-lempeng tersebut terbentuk salah satu dari tiga jenis batas yang selalu bergerak, yaitu: batas divergen, konvergen, dan transformasi.

Dibatas divergen, dua lempeng litosfer bergerak saling menjauh. Akibat dari divergensi lempeng yang paling menonjol adalah system pematang tengah samodera yang merupakan rantai pegunungan terpanjang di bumi. Bersamaan dengan pembentukan kerak baru yang terjadi secara terus menerus di pematang tengah samudra, permukaan bumi juga meningkat, atau, di suatu tempat di bumi, kerak mengalami perusakan dengan laju yang sama dengan pembentukannya. Penghancuran kerak terjadi ketika dua lempeng litosfer atau tektonik bertabrakan.

Ketika dua lempeng bertabrakan dan masing-masing terdiri atas kerak benua, gunung-gunung tinggi terbentuk. Seperti tabarakan dua mobil, moncongnya pecah di bagian ujung dan penyok keatas. Beberapa gempa bumi paling berbahaya di bumi terjadi karena adanya tabrakan antar kerak benua.

Di bawah palung Mariana Philipina, dua lempeng kerak laut saling bertabrakan. Ketika salah satu lempeng ditekan ke bawah yang lain maka prosesnya disebut subduksi dan wilayah tempat terjadinya disebut zona subduksi. Proses penunjaman dalam zona subduksi dapat mengakibatkan beberapa gempa bumi terbesar dan paling merusak di bumi. Gempa-gempa ini beserta pergerakan dasar laut dapat mengakibatkan gelombang sangat panjang yang menghantam berupa tsunami besar.

Kerak samudra lebih rapat daripada kerak benua. Karena itu ketika keduanya bertabrakan kerak samudra tertekan ke bawah kerak benua. Subduksi yang terjadi pada tabrakan lempeng samudra dan lempeng benua juga menciptakan dan membuat gunung berapi paling aktif di dunia, menyebabkan gempa bumi dahsyat dan memicu tsunami.

Sementara itu, sesar transformasi adalah saat dua lempeng saling melewati dengan arah berlawanan. Patahan besar yang memotong di pematang tengah samudra dianggap sebagai sesar transformasi. Gempa bumi yang dangkal sering terjadi di sepanjang sesar transformasi. Sesar transforasi yang paling terkenal adalah sesar transformasi San Andreas, tempat lempeng Pasifik bergerak ke arah barat laut sementara lempeng Amerika Utara bergerak ke arah tenggara.

Sumber : Bumi Murka, Ellen J. Prager, hal: 15-25






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)