Minggu, 02 Maret 2014 - 00:00:13 WIB
Gap Analisis-Sintesis Arsitektural
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 302732 kali

Diantara para professional yang bekerja di bidang disain arsitektur, proses atau sekuen pekerjaan yang umum diterima adalah dari saat perencana memulai pekerjaan hingga selesainya proyek dan mulainya proses perencanaan fisik. Meskipun terdapat banyak variasi teknik atau terminology yang digunakan, proses dasar pembentukan sebuah program disain terdiri atas beberapa langkah, yang ditampilkan di sini secara singkat.

1. Wawancara
a. Tingkat ekeskutif (tinjauan organisasi)
b. Tingkat manajerial (fungsi departemen)
c. Tingkat operasional (detail peralatan dan proses)

2. Observasi (fasilitas yang sudah ada)
a. Observasi dengan bantuan
b. Observasi bebas
c. Inventarisasi furniture dan peralatan yang sudah ada

3. Merumuskan parameter arsitektur
a. Mendapatkan data denah lantai dasar yang lengkap (termasuk ME)
b. Mengumpulkan data kontekstual (arsitektural, sejarah, social)
c. Batasan kode riset

4. Pengorganisasian koleksi data
a. Tempatkan data secara berurutan dalam format yang paling efektif untuk perencanaan
b. Buat rangkuman factor-faktor kuantitatif yang dikonfirmasikan (luas, ukuran peralatan, dll)
c. Catat pemikiran awal mengenai pendekatan konsep perencanaan

5. Riset informasi dan data yang belum diketahui
a. Kumpulkan informasi detail mengenai proses dan peralatan
b. Kumpulkan informasi studi kasus mengenai fasilitas lain yang serupa
c. Satukan data hasil riset dengan program tahap pertama

6. Analisis data
a. Temukan kedekatan ilmiah (hub. Kerja, zoning pribadi/public, kebutuhan akustik khusus, dsb.)
b. Temukan kedekatan prosedur (maksimalkan pemanfaatan ruang)
c. Identifikasi keterkaitan arsitektural (kondisi plot tapak, structural, ME)

7. Interpretasi dan diagram data
a. Definisikan isu fungsional dalam termin perencanaan
b. Buat konsep dasar pendekatan (dalam termin manusia/social dan prestise/estetika)
c. Siapkan diagram keterkaitan atau kedekatan (untuk visualisasi klien dan disainer)

8. Kesimpulan data (dokumen akhir)
a. Konsep proyek- nyatakan permasalahannya
b. Kesimpulan perhitungan anggaran dasar
c. Siapkan sebuah paket untuk disetujui klien yang akan berfungsi sebagai panduan disainer dalam perencanaan ruang

Proses analitik saja tidak akan menghasilkan solusi perencanaan ruang. Kita perlu memulai sintesis. Proses sintesis membutuhkan pemahaman kreatif atas semua elemen dalam analisis, menempatkan elemen terprogram dalam urutan fisik yang akan memenuhi kebutuhan klien. Inti dari tugas penyelesaian masalah dalam perencanaan ruang terletak pada transisi dari tahap pradisain analitik ke tahap solusi disain kreatif.

Keseluruhan proses disain merupakan suatu sintesis, dimana banyak factor terpisah diintegrasikan menjadi satu kesatuan yang berguna. Jika proses disain dilakukan dengan sangat menyeluruh, maka perencana akan lebih mendekati solusi fisik atau dapat mempersingkat dan mempermudah langkah kreatif. Jarak antara program disain akhir dan solusi perencanaan itulah disebut sebagai GAP SINTESIS.

(Sumber : Dasar-dasar Perencanaan Ruang, Mark Karlen, Penerbit : Erlangga, hal : 3-4)






2 Komentar :

formpair28.alltdesign.com
25 November 2017 - 18:21:58 WIB

Great post! We are linking to his great post on our website.
Keeep up the great writing.
http://www.con-ciencia.cl/index.php?option=com_k2&view=itemlist&task=user&id=965512
24 November 2017 - 23:26:56 WIB

Stunning quest there. What occurred after? Good luck!
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)