Minggu, 02 Maret 2014 - 00:00:13 WIB
Makna TOTAL ARCHITECTURE
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 1119338 kali

Apa sebenarnya dimaksud kata ARSITEKTUR? Arsitektur datang dari kata-kata Yunani, arched dan tektoon. Arche berarti yang asli, yang utama, yang awal. Sementara, tektoon menunjuk pada sesuatu yang berdiri kokoh, tidak roboh, stabil dsb. Jadi kata arsitektur hanya punya sudut pandangan teknis statika bangunan belaka : Tukang Ahli Bangunan.

Di India, ahli bangunan disebut Sthapati. Sementara pengertian Vasthu bagi masyarakat India jauh lebih luas dan mendalam dari sekedar bangunan. Pengertian Vasthu mencakup juga tata bumi, tata gedung dan tata lalu lintas. Bahkan dalam arti aslinya Vasthu berarti juga norma, tolok ukur dari hidup susila, hidup secara betul, pegangan normative semesta, namun norma yang sudah mengambil wujud dan bentuk, jadi merupakan konkretisasi dari Yang Mutlak.

Aspek estetis di seluruh seni India melekat pada segi spiritual, tidak pada segi materi. Tujuan pemikiran India ialah membuka tirai dan mengintegrasikan segala yang masih melawan dan terselubung oleh daya-daya alam ke dalam kesadaran. Bukan menyelidiki dan menguraikan dunia tampak ini.

Perhatian pertamanya tidaklah pernah ditujukan demi in-formasi, melainkan trans-formasi : pengubahan radikal ke-ada-an manusia. Dan dengan demikian, memperbaharui pengertiannya tentang dua hal : dunia luar dan ada-dirinya sendiri; suatu transformasi yang setuntas mungkin, yang berjalan sedemikian rupa sehingga bila berhasil, akan memuncak pada suatu pengubahan diri serta kelahiran baru secara total.

Masalah arsitektur memang bukan hanya soal statika bangunan agar kokoh dan tidak roboh bila ada gempa. Bukan cuma harus nikmat ventilasinya dan elok efek psikologis interprenetrasi ruang-ruangnya; bukan pula hanya menyangkut zona industry, zona bisnis, dan sebagainya, akan tetapi selalu menyentuh dimensi yang telah disentuh pula oleh alam raya dalam keindahan ikan-ikan tropika, yang terpancar juga pada bangunan-bangunan koral atau siput, sesuatu plus mengatasi kegunaan dan materi belaka, yakni yang disebut dengan kata penuh pertanyaan : CITRA. Citra yang menunjuk kepada sesuatu yang transedens, yang memberi makna, yang mampu membuat kita melihat beyond atau di balik YANG HANYA-DI-SINI, mengatasi hal-hal wadaq materialistic belaka atau ekonomik kalkulabel belaka. Arti, makna, kesejatian, citra, semua itu mencakup estetika, namun juga kenalaran logika ekologis, karena mendambakan sesuatu yang laras, yang bukan serba kebetulan atau kesemerawutan, melainkan suatu kosmos teratur dan harmonis : TOTAL Architecture!!!

(Sumber : Wastu Citra, YB. Mangunwijaya, Penerbit : Gramedia, hal : 431-447)






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)