Rabu, 26 November 2014 - 10:00:13 WIB
Sukses Singapura dan Hongkong
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 16982 kali

Proyek modernisasi Korea Selatan dan Taiwan diwarnai oleh program reformasi agrarian karena struktur masyarakatnya sebagian besar berada diwilayah pedesaan, sedangkan Hongkong dan Singapura tidak mengalami fase tersebut. Kebijakan industry yang berorientasi ekspor telah dimulai sejak awal. Sedangkan dimensi politik antara dua kawasan tersebut dapat dikatakan mempunyai kesamaan. Baik di Singapura dan Hongkong, system politik yang dikembangkan otoriter, sementara lembaga-lembaga pembuat kebijakan ekonomi mempunyai tingkat otonomi yang tinggi.

Sedangkan perbedaan antara Hongkong dan Singapura adalah sebagai berikut : pertama, meskipun kedua negara merupakan city state dan secara ekonomi terbuka, namun peristiwa-peristiwa internasional memiliki pengaruh besar (misalnya dalam memperlakukan MNC). Kedua, menyangkut kekuasaan politik dimana kebijakan ekonomi Singapura diwarnai oleh intervensi pemerintah yang sangat tinggi, sedangkan di Hongkong nyaris mengambil kebijakan yang sama sekali bersandar pada prinsip laiszez faire.

Keberhasilan ekonomi Singapura ditentukan oleh tiga elemen kunci yaitu, pertama, pengadopsian pendekatan ekonomi terbuka dengan mendorong FDI, mendukung rezim perdagangan bebas, dan mempromosikan industry berorientasi ekspor. Kedua, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan perusahaan swasta dengan mempertahankan kebijakan ekonomi makro yang stabil, menjaga pemerintahan yang bersih dan jujur yang menyediakan jasa yang efisien dan mempertahankan transparansi, kerangka aturan yang probisnis, mempertahankan harmoni industry-buruh melalui kerjasama antara negara, gerakan buruh dan pemimpin industry. Ketiga, berinvenstasi dengan gencar di sector infrastruktur public dan pengembangan sumber daya manusia dan memastikan pencapaian standar kualitas yang tinggi di kedua bidang. Intervensi yang dilakukan oleh negara dalam proses pembangunan di Singapura dapat dikategorikan kedalam direct intervention. Negara melalui institusi dan kebijakannya melakukan intervensi yang sangat intensif dalam pasar, terutama dalam hal penentuan arah, pola dan tujuan pembangunan yang dilakukan dan akan dicapai.

Hongkong sebetulnya juga menganut system politik otoriterarian, meskipun hal ini tidak berarti represif. Di sisi lain negara ini memiliki beberapa keunggulan seperti : pengusaha local memiliki jiwa entrepreneur yang cukup baik, dan negara ini tidak memiliki sejarah konflik politik yang panjang. Hongkong juga memiliki daya tarik investasi seperti tenaga buruh yang berlimpah, pemerintahan yang stabil, aliran modal yang bebas, dan pajak yang sangat rendah.

Sumber : Pertarungan Negara Vs Pasar, Budi Winarno, Media Pressindo, hal : 194-195






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)