Rabu, 26 November 2014 - 10:00:13 WIB
Indikator Kinerja
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 63386 kali

Banyak perusahaan menggunakan ukuran yang salah dan banyak di antara mereka yang mengartikan Indikator Kinerja Utama (KPI- Key Performance Indicators) dengan salah. Hanya sedikit perusahaan yang benar-benar meonitor KPI mereka. Hal itu disebabkan hanya sedikit perusahaan/organisasi, pemimpin perusahaan, penulis, akuntan, dan konsultan yang benar-benar memahami arti KPI. Terdapat tiga tipe ukuran kinerja. Pertama, Indikator Hasil Utama (KRI-Key Result Indicators), menggambarkan bagaimana keberhasilan anda secara perspektif. Kedua, Indikator Kinerja (PI-Performance Indicators), menjelaskan apa yang harus anda lakukan. Ketiga, Indikator Kinerja Utama (KPI-Key Performance Indicators), menjelaskan apa yang harus anda lakukan untuk meningkatkan kinerja secara dramatis.

Banyak perusahaan yang menggunakan ketiga tipe ukuran kinerja tersebut secara campur aduk.

Analogi bawang bisa digunakan untuk menjelaskan hubungan ketiga ukuran tersebut. Kulit luar menggambrkan kondisi keseluruhan bawang, banyaknya sinar matahari, air, dan nutrisi yang diterima; dan bagaimana penanganan bawang tersebut sejak panen hingga berada di rak-rak supermarket. Namun demikian, begitu kita kupas lapisan kulit bawang, kita aka menemukan informasi lebih banyak lagi. Lapisan-lapisan itu merupakan indicator kinerja yang beragam, dan bagian intinya, merupakan KPI. Jadi, bagian kulit luar bawang menggambarkan KRI, lapisan kulit bagian dalam menggambarkan PI dan bagian inti bawang menggambarkan KPI.

Apakah KRI itu? KRI adalah ukuran yang sering disalahartikan dengan KPI, yang meliputi : kepuasan pelanggan, keuntungan bersih setelah pajak, profitabilitas pelanggan, kepuasan karyawan dan tingkat pengembalian modal yang ditanam. Ciri-ciri umumnya adalah pengukuran ini merupakan hasil dari berbagai aktvitas dan memberikan gambaran yang jelas tentang apakah anda telah berjalan kea rah yang benar. Namun ukuran ini tidak menjelaskan tentang apa yagn perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil. Jadi, KRI menyediakan informasi yang ideal bagi para direksi. Indicator kinerja yang termasuk dalam KRI meliputi : profitabilitas 10% pelanggan utama, keuntungan bersih pada lini produk utama, kenaikan prosentase penjualan pada 10% pelanggan utama, julah karyawan yang berpartisipasi dalam skema yang disarankan.

Apakah KPI itu? KPI menyajikan serangkaian ukuran yang focus pada aspek-aspek kinerja organisasi yang paling penting untuk keberhasilan organisasi pada saat ini dan waktu yang akan datang. KPI bukanlah hal baru bagi sebuah perusahaan/organisasi. KPI sudah dikenal atau tercampur aduk dalam tim manajemen yang ada. KPI merupakan mata rantai yang hilang antara fungsi balanced scorecard temuan Robert Kaplan dan David Norton dengan kenyataan pengimplementasian ukuran kinerja pada sebuah organisasi.

Ada tujuh karakteristik KPI yaitu ukuran nonfinansial, ukuran kekerapan, ditindaklanjuti oleh CEO/tim manajemen senior, semua staf harus memahami pengukuran dan tindakan koreksi, baik individu maupun tim ikut bertanggung jawab, berpengaruh signifikan dan berpengaruh positif.

Kaplan dan Norton merekomendasikan agar kita tidak memakai lebih dari 20 parameter dalam KPI. Hope dan Fraser menyarankan penggunaan parameter kurang dari 10. Aturan 10/80/10 yaitu 10 parameter KRI, 80 parameter PI dan 10 parameter KPI, adalah panduan yang baik bagi sebuah organisasi.

Sumber : Key Performance Indicators, pengembangan, implementasi dan penggunaan KPI terpilih, David Parmenter, Elexmedia, hal 1-9.






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)