kamis, 01 Maret 2018 - 22:46:50 WIB
Consumer Behavior di Pasar Tradisional
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Uneg-uneg - Dibaca: 986 kali

Consumer behavior di Pasar Tradisional

Setelah seratus hari berjualan di pasar tradisional, sedikit demi sedikit aku sudah mulai mengerti dan mengenal perilaku pembeli (consumer behavior). Biar ngga ngelantur yang ngga karuan juntrungannya, alangkah baiknya, kalo aku coba kutip beberapa referensi.

Konon, definisi dari perilaku konsumen menurut para ahli yang jago-jago itu ilmunya, salah satunya mengatakan bahwa perilaku konsumen menggambarkan cara individu mengambil keputusan untuk memanfaatkan sumber daya mereka yang tersedia (waktu, uang, usaha) guna membeli barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi.

Menurut Teori Ekonomi Mikro, keputusan untuk membeli merupakan hasil perhitungan ekonomis rasional yang sadar. Pembeli individual berusaha menggunakan barang-barang yang akan memberikan kegunaan (kepuasan) paling banyak, sesuai dengan selera dan harga-harga relatif.

Ada beberapa factor utama yang memengaruhi perilaku pembelian konsumen. Selaian factor kebudayaan (kultur, subkultur dan kelas social pembeli), factor social (kelompok referensi, keluarga, peran dan status social konsumen), factor pribadi (karakteristik pribadi), factor psikologis (motivasi, persepsi, pengetahuan (learning), serta keyakinan dan sikap), perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi dari stimuli pemasaran berupa bauran pemasaran yang meliputi : produk, harga, promosi dan saluran distribusi.

Pendapat para ahli itu memang ada benarnya kalo dicocokan dengan kenyataan yang terjadi pada perilaku konsumen, terutama di pasar tradisional tempat aku jualan. Deskripsinya mungkin bisa diceritakan melalui beberapa contoh perilaku konsumen berikut ini.

Sering aku temui di pasar, ada pembeli yang sukanya dan maunya hanya membeli buah pir yang besar-besar dan kulitnya mulus (mungkin ini karena factor kelas social). Ada pula yang sukanya membeli buah pir yang bentuknya cenderung bulat-bulat (mungkin ini karena factor subkultur tertentu). Ada pula yang maunya hanya membeli buah bir yang rasa manisnya sangat kuat (mungkin ini karena factor psikologis atau pengetahuan tertentu tentang buah pir).

Bauran pemasaran pada kenyataan yang terjadi di pasar tradisional juga menjadi factor utama yang mempengaruhi perilaku konsumen, terutama mengenai kualitas produk dan harganya. Ada konsumen atau pembeli yang sepertinya punya prinsip bahwa harga mahal sedikit ngga apa-apa asal barangnya benar-benar sesuai yang dia cari (valuable product). Ada pula konsumen atau pembeli yang punya prinsip bahwa barangnya ngga bagus-bagus amat ngga apa-apa asal harganya murah. Ada juga lho konsumen yang maunya dapet barang-barang bagus dengan harga ditawar serendah-rendahnya (kok tega ya??) selagi harga masih mungkin bisa turun (value adalah quality dibagi price). Dan yang terakhir, ada juga konsumen atau pembeli yang maunya atau sukanya itu membeli dengan harga standar tapi dapet barang yang lebih banyak atau lebih baik (total get component lebih besar daripada total give component).

Apapun perilakunya, pembeli adalah raja (semoga raja yang adil dan bijaksana), dan pembeli adalah boss of the boss (semoga boss yang pengasih dan penyayang).




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)