Sabtu, 09 Maret 2018 - 10:00:13 WIB
Skema Sertifikasi SNI
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 2186 kali

Mengurus Sertifikasi SNI, sulitkah?

Sertifikasi produk merupakan kegiatan penilaian atas kepastian mutu, keamanan, kinerja, interoperabilitas dan keandalan produk oleh pihak ketiga yang independen untuk menjadi rujukan bagi konsumen dalam membeli produk. Sertifikasi produk memfokuskan pada kesesuaian produk terhadap standar mutu produk tersebut. Produk yang telah disertifikasi berhak menyandang tanda sertifikasi (certification mark) pada produk tersebut sebagai bukti kesesuaiannya.

Siapa pihak ketiga yang dimaksud di atas? Yang dimaksud pihak ketiga tersebut adalah sebuah lembaga sertifikasi produk atau disingkat LSPro. LSPro adalah lembaga yang memberikan jasa sertifikasi produk kepada produsen yang menginginkan produknya disertifikasi terhadap standar tertentu baik standar nasional Indonesia (SNI), Standar Internasional atau negara lain atau spesifikasi teknis lain. LSPro adalah lembaga yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan beroperasi berdasarkan pada skema sertifikasi tertentu yang sesuai dengan pedoman-pedoman yang ditetapkan pada ISO/IEC 17067:2013.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan permohonan sertifikasi SNI terlebih dahulu pastikan bahwa :

1. Produk yang akan disertifikasi SNI tersebut telah ada standar nasionalnya, jika belum ada Standar Nasional Indonesia-nya (SNI), maka produk tersebut belum bisa disertifikasi
2. Lembagas Sertifikasi Produk (LSPro) yang ruang lingkup sertifikasinya sesuai dengan produk yang akan disertifikasi, sudah ada yang diakreditasi oleh KAN untuk SNI tersebut.

Bila kedua hal tersebut telah ada, maka dua hal berikutnya yang perlu dipastikan adalah :

1. Produk yang akan disertifikasi SNI tersebut telah memiliki merek, dalam arti memiliki sertifikasi merek atau memiliki surat pendaftaran merek dari dirjen HAKI atau surat pelimpahan merek (bila bukan merek-nya sendiri)
2. System manajemen perusahaan sebaiknya sudah bersertifikasi ISO 9001-2015

Bila hal-hal tersebut sudah terpenuhi, maka proses sertifikasi SNI (skema 5) kira-kira adalah sebagai berikut :

1. Mengisi formulir pendaftaran yang dikeluarkan oleh LSPro terkait beserta dokumen pendukung yang dipersyaratkan oleh LSPro terkait, seperti : akta pendirian perusahaan, SIUP, NPWP, sertifikasi merek, foto produk, label produk, flow chart proses produksi, rencana pemeriksaan mutu, dll.
2. Menyampaikan dokumen permohonan sertifikasi SNI tersebut kepada LSPro yang terkait
3. LSPro akan mengaudit kelengkapan dan kebenaran dokumen serta audit kecukupan perusahaan serta kesesuaian produk yang akan disertifikasi
4. LSPro akan melakukan audit pabrik yaitu penilaian (assessment) proses produksi dan penilaian (audit) system manajemen yang relevan termasuk pengambilan dan pengujian sampel produk
5. LSPro akan melakukan evaluasi hasil audit kesesuaian perusahaan
6. LSPro akan menerbitkan sertifikasi dan lisensi SNI yang berlaku untuk kurun waktu tertentu dan akan dilakukan surveilan untuk pemeliharaan status sertifikasi
7. Pembaruan sertifikasi (re-sertifikasi) untuk system dan produk yang masih memuaskan setelah 3 tahun

Kira-kira begitulah proses pengajuan sertifikasi SNI. Kalo ada kurang lebihnya atau kalo ada salah dan khilafnya, saya mohon maaf. Saya ucapkan selamat mencoba, tapi sebelum mencoba siapkan dulu dananya, soalnya kayaknya habisnya buanyak……







0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)